Bacaan Doa setelah Sholat Tahajud dan Witir, Arab,latin dan Artinya

Sholat Tahajud dan Witir merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Setelah melaksanakan sholat ini, dianjurkan untuk berdoa agar segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT.

Sholat tahajud dan witir memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, khususnya ketika dilaksanakan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Di bulan suci ini, terdapat malam Lailatul Qadar yang memiliki keistimewaan dengan nilai ibadah setara seribu bulan.

Untuk mendapatkan keutamaan maksimal dari pelaksanaan sholat tahajud dan witir, sangat dianjurkan untuk membaca doa-doa khusus sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa-doa ini tidak hanya menjadi penutup sempurna dari rangkaian ibadah malam, tetapi juga mengandung makna mendalam sebagai bentuk penghambaan dan kedekatan dengan Allah SWT.

Tata Cara Sholat Tahajud

Secara umum, tata cara melaksanakan sholat tahajud sebenarnya tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Rukun dan syarat sahnya pun sama dengan sholat fardhu lima waktu. Yang membedakan adalah niat khusus untuk sholat tahajud. Jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi secara ketat, namun umumnya dilaksanakan 2-8 rakaat yang dilakukan 2 rakaat salam. Dalam sebuah hadits, Aisyah ra. menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam (termasuk tahajud) lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah setelah tidur malam hingga menjelang waktu subuh, dengan waktu utama pada sepertiga malam terakhir.

Tata Cara Sholat Witir

Sholat witir bisa dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil mulai dari 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Cara pelaksanaannya bisa dengan melakukan 2 rakaat salam sebanyak yang diinginkan, kemudian ditutup dengan 1 rakaat. Misalnya, jika ingin melaksanakan sholat witir 3 rakaat, maka bisa dengan 2 rakaat salam dilanjutkan 1 rakaat, atau bisa juga langsung 3 rakaat dengan 1 tasyahud di akhir.

Waktu pelaksanaan sholat witir adalah setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Bagi yang yakin bisa bangun malam, lebih utama melaksanakan sholat witir di akhir malam setelah tahajud.

Doa Setelah Sholat Tahajud
Doa Tahajud Utama

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Doa tahajud utama ini memiliki kandungan yang sangat mendalam, mencakup pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah, pengakuan akan kebenaran ajaran Islam dan hari akhir, serta permohonan ampunan yang komprehensif. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits shahih.

Doa Penutup Tahajud

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa penutup ini adalah doa yang sangat komprehensif dan sering dijadikan sebagai doa favorit Rasulullah SAW. Doa ini mencakup permohonan kebaikan di dunia yang mencakup kesehatan, rezeki halal, ilmu bermanfaat, dan keluarga yang shalih, serta kebaikan di akhirat berupa ampunan, surga, dan keselamatan dari siksa neraka.

Doa Setelah Sholat Witir

Setelah menyelesaikan sholat witir, dianjurkan untuk membaca doa-doa khusus sebagai berikut:

1. Tasbih Khusus Witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhaanal malikil qudduus

Artinya: “Mahasuci Tuhan yang kudus.”

Tasbih ini dibaca 3 kali, dengan suara yang lebih keras pada bacaan ketiga. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah SAW ketika selesai sholat witir membaca tasbih ini. (HR. Nasa’i)

2. Doa Perlindungan

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْح
Subbuuhun, quddusun, rabbunaa wa rabbul malaaikati war ruuhi

Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan ruh Jibril.”

Doa ini merupakan pengakuan akan kesucian Allah yang juga diakui oleh para malaikat dan Jibril. Bacaan ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni.

3. Doa Perlindungan dari Siksa Allah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allahumma innii a’uudzu bika bi ridhaaka min sakhatika wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka laa uhshii tsanaa-an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri.”