Banyak orang masih bertanya-tanya apakah mengikuti politik itu penting? Sebagian memilih cuek karena menganggap politik kotor, sebagian lagi sangat aktif mengikuti perkembangan politik. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Islam dan realita sosial tentang hal ini?
Politik dalam Pandangan Islam
Dalam Islam, politik (siyasah) adalah bagian dari mengatur urusan umat. Rasulullah ﷺ sendiri adalah seorang pemimpin negara di Madinah yang mengatur pemerintahan, ekonomi, hukum, hingga diplomasi.
Allah berfirman:
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali Imran: 104)
Ayat ini menjadi dasar pentingnya ada orang yang peduli pada urusan umat, termasuk dalam bidang politik, agar tercipta keadilan dan kesejahteraan.
Kenapa Mengikuti Politik Itu Penting?
-
Kebijakan menyangkut hidup kita
Harga bahan pokok, layanan kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja ditentukan oleh kebijakan politik. Kalau kita tidak peduli, keputusan bisa diambil tanpa memperhatikan kepentingan rakyat. -
Hak sebagai warga negara
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagai warga negara, kita juga punya tanggung jawab memilih pemimpin yang amanah.
-
Kontrol terhadap kekuasaan
Ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa agama dan negara ibarat dua saudara kembar: agama adalah pondasi, sedangkan negara adalah penjaganya. Tanpa keterlibatan umat, negara bisa kehilangan arah.
Bagaimana Jika Tidak Mengikuti Politik?
-
Tetap terkena dampaknya. Walaupun kita cuek, kebijakan pemerintah tetap berpengaruh pada hidup kita.
-
Mudah termakan hoaks. Orang yang tidak peduli politik sering bingung saat harus memilih dan rentan dipengaruhi berita palsu.
-
Hilang kesempatan berkontribusi. Padahal setiap suara bisa jadi penentu arah bangsa.
Mengikuti politik itu penting, bukan berarti harus jadi politisi, tetapi setidaknya melek politik. Dengan begitu kita bisa bijak memilih pemimpin, ikut mengawasi jalannya pemerintahan, dan berkontribusi untuk kebaikan bangsa.