QS. An-Nahl ayat 43 merupakan salah satu ayat penting yang menegaskan adab utama dalam Islam: bertanya kepada ahli ilmu ketika kita tidak mengetahui sesuatu. Ayat ini menjadi dalil kuat bahwa seorang muslim tidak boleh berfatwa, berpendapat, atau berbicara tentang agama tanpa dasar yang jelas.
Isi dan Makna QS. An-Nahl Ayat 43
Allah berfirman:
“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu, jika kalian tidak mengetahui.”
Ayat ini awalnya diturunkan untuk menjawab kaum musyrikin yang meragukan kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Mereka mengira bahwa nabi seharusnya malaikat, bukan manusia. Maka Allah memerintahkan mereka untuk bertanya kepada Ahludz Dzikr, yaitu orang-orang yang mengetahui kitab sebelumnya—karena para nabi sebelum Muhammad ﷺ juga manusia.
Namun para ulama menjelaskan bahwa ayat ini berlaku umum:
Jika seorang muslim tidak memahami masalah agama, maka ia wajib bertanya kepada ulama yang ahli dan terpercaya.
Mengapa Harus Bertanya kepada Ahli Ilmu?
Ayat ini mengajarkan bahwa:
-
Tidak semua orang berhak menjawab masalah agama.
-
Ilmu agama harus diambil dari sumber yang benar, yaitu ulama yang memahami Al-Qur’an dan Sunnah.
-
Berbicara tanpa ilmu dapat membawa pada kesalahan, penyimpangan ibadah, dan dosa.
Inilah sebabnya, mencari ilmu harus dilakukan dengan adab yang benar: bertanya kepada yang memang ahli.
Relevansi Ayat Ini di Zaman Sekarang
Di era media sosial, banyak orang berani berpendapat tanpa dalil, bahkan membuat hukum sendiri. QS. An-Nahl ayat 43 menjadi pengingat bahwa:
-
Islam melarang berbicara tanpa ilmu.
-
Kebenaran tidak ditentukan oleh popularitas, tetapi oleh dalil yang shahih.
-
Seorang muslim harus cermat memilih sumber ilmu agar tidak tersesat.
Dengan berpegang pada ayat ini, kita akan lebih berhati-hati dalam menerima informasi agama dan lebih tenang menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang benar.
QS. An-Nahl ayat 43 mengajarkan adab besar dalam Islam: kalau tidak tahu, bertanyalah kepada ulama. Ayat ini menjadi pedoman agar umat Islam tetap berada pada jalan kebenaran, menghindari kesalahan, serta membangun pemahaman agama yang kuat dan terarah.