Pernahkah kita merasa ujian hidup ini begitu berat? Jika iya, mari sejenak menoleh pada kisah para Nabi. Rasulullah ﷺ bersabda: “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang setelah mereka (para wali), lalu yang setelah mereka.” (HR. Tirmidzi No. 2398).
Berikut adalah beberapa profil Nabi dengan ujian hebat yang pernah mereka lalui:
1. Nabi Ayyub AS: Ujian Fisik, Harta, dan Keluarga
Nabi Ayyub adalah teladan kesabaran yang paling fenomenal. Allah mengujinya dengan hilangnya seluruh kekayaan, wafatnya semua anak-anaknya, hingga penyakit kulit parah yang membuatnya diasingkan selama bertahun-tahun.
Respon Beliau: Beliau tidak pernah mengeluh. Dalam QS. Al-Anbiya: 83, beliau berdoa dengan sangat lembut: “Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Sumber: Kisah ini diabadikan dalam Tafsir Ibnu Katsir saat menjelaskan Surah Al-Anbiya.
2. Nabi Ibrahim AS: Ujian Keyakinan dan Perasaan
Nabi Ibrahim dijuluki Khalilullah (Kekasih Allah) karena lulus dari ujian yang hampir mustahil. Beliau harus berhadapan dengan ayahnya yang pembuat berhala, dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, hingga diperintahkan menyembelih putra tercintanya, Ismail.
Hikmah: Allah ingin menunjukkan bahwa cinta kepada Sang Pencipta harus melampaui cinta kepada apa pun di dunia ini.
Sumber: Detail kisahnya tertuang dalam QS. Ash-Shaffat: 102 dan QS. Al-Ankabut: 24.
3. Nabi Yusuf AS: Ujian Fitnah dan Pengkhianatan
Ujian Nabi Yusuf datang bertubi-tubi dari orang terdekat. Beliau dibuang ke sumur oleh saudara kandungnya, dijual sebagai budak, hingga difitnah melakukan perbuatan asusila oleh Zulaikha yang membuatnya dipenjara bertahun-tahun.
Hikmah: Kesabaran dalam menghadapi fitnah akan berujung pada kemuliaan dan kekuasaan yang berkah.
Sumber: Seluruh perjalanan ini diceritakan secara indah dalam satu surat utuh, yaitu QS. Yusuf.
4. Nabi Muhammad ﷺ: Ujian Dakwah dan Kehilangan
Nabi kita tercinta mengalami ujian yang lengkap. Beliau lahir sebagai yatim, kehilangan istri (Khadijah) dan paman (Abu Thalib) yang melindunginya di tahun yang sama (Amul Huzni), hingga dilempari batu di Thaif sampai berdarah-darah.
Respon Beliau: Saat malaikat menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif, beliau justru mendoakan agar keturunan mereka menjadi orang-orang beriman.
Sumber: Sirah Nabawiyah (Ar-Rahiqul Makhtum) karya Syekh Safiyyu-Rahman Al-Mubarakfuri.
Kuatkan Langkahmu dengan Berbagi
Ujian para Nabi mengajarkan bahwa “setelah kesulitan ada kemudahan”. Jika saat ini #KawanAksi sedang diberi kelapangan rezeki, ingatlah bahwa di luar sana ada saudara kita yang sedang diuji dengan kemiskinan dan kelaparan seperti ujian yang pernah dialami para Nabi.
Mari ringankan beban mereka melalui Wujud Aksi Nyata: 👉 Sedekah Penawar Ujian – Wujud Aksi Nyata
Ujian Adalah Tanda Cinta
Jika Kamu sedang diuji, jangan merasa Allah jauh. Justru Allah sedang “mengasah” Kamu agar sekuat para Nabi. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.