
Sejak hari pertama dilahirkan, Ismail sudah menghadapi perjuangan yang tak mudah. Dengan berat badan hanya 1,8 kg, ia tidak langsung menangis saat lahir. Tubuhnya tampak kuning kebiruan, dan sejak saat itu tanda-tanda kondisi serius sudah mulai terlihat, termasuk buang air besar yang disertai darah.

Hari-hari yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, justru berubah menjadi rangkaian rasa sakit dan perjuangan tanpa henti.
Kini, di usianya yang baru 5 tahun, Ismail harus melawan penyakit autoimun serta gangguan pencernaan serius (IBD). Kondisinya semakin kompleks karena ia juga harus rutin mengonsumsi obat kejang dan menggunakan selang di perutnya untuk membantu proses pengobatan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Tubuh kecilnya terus bertahan.. meski rasa sakit kerap datang tanpa henti.
Di balik perjuangan itu, ada orang tua yang tak kalah kuat. Sang ayah hanya seorang tukang becak dengan penghasilan sekitar Rp20.000 per-hari, itu pun tidak menentu. Sementara ibunya juga tengah berjuang melawan diabetes. Bahkan sang ayah sendiri telah menjalani operasi sebanyak lima kali.
Keterbatasan ekonomi membuat mereka harus menjual apa saja yang dimiliki demi pengobatan Ismail.

Ismail sempat dirujuk hingga ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Namun harapan itu harus terhenti karena biaya yang tidak mampu mereka tanggung. Meski terbantu BPJS, masih banyak kebutuhan medis yang tidak tercover, seperti pemeriksaan tambahan, alat medis, hingga obat-obatan khusus.
Yang paling menyayat hati, kebutuhan dasar Ismail pun sering kali tidak terpenuhi.
Susu khusus yang seharusnya ia konsumsi, terkadang harus digantikan dengan air gula karena ketiadaan biaya. Popok, vitamin, hingga obat rutin pun sering kali tidak tersedia. Bahkan untuk sekadar kontrol ke rumah sakit, keluarga Ismail harus berpikir berulang kali.
Di tengah kondisi itu, Ismail pernah berkata lirih kepada ibunya,
“Mama, kalau tidak ada uang, adek nggak usah berobat…”
Kalimat sederhana dari seorang anak kecil… namun begitu dalam maknanya.
Saat ini, Ismail sangat membutuhkan:
* Pengobatan lanjutan
* Pemasangan alat medis
* Susu khusus untuk nutrisi
* Obat-obatan rutin
* Kebutuhan harian penunjang kesehatannya
Tanpa penanganan yang berkelanjutan, kondisi Ismail berisiko semakin memburuk. Namun harapan itu masih ada.
Mari bersama kita bantu Ismail untuk terus berjuang. Uluran tangan kita hari ini, bisa menjadi harapan hidup baginya.
Yuk, jadi bagian dari kebaikan ini.
Bantu Ismail mendapatkan pengobatan dan kehidupan yang lebih layak.
Salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik