
Dikelilingin air dari segala sisi, ternyata baru hanya 20% saja rumah tangga di Indonesia yang punya akses pada air bersih. Sisanya, terjadi kesenjangan yang luar biasa besar.
Sebagian besar masyarakat terpaksa memanfaatkan sumber air alami tanpa melalui proses terlebih dahulu. Air sungai, air pegunungan, hingga terpaksa menadah air hujan.
Tahukah sahabat dari salah satu penelitian UNICEF menyatakan bahwa 70% dari total 200.000 sumber air minum rumah tangga sudah tercemar oleh limbah tinja. Air yang terkontaminasi menimbulkan masalah kesehatan seperti diare, gatal-gatal, demam berdarah, tifus, kolera, hingga berakibat fatal yaitu stunting dan kematian pada balita.
Kesenjangan terbesar banyak terjadi di pedalaman Indonesia. Pesantren Roudotul Musyarofah di Kabupaten Cianjur Selatan adalah salah satunya.
Sumber air utama yang mereka miliki hanya sebuah sumur untuk menghidupi lebih dari 133 para santrinya. Terkadang, sumur kering dan tidak nampak ada harapan air muncul kembali.
Bukan hanya itu, 80 santri perempuan pun harus mengantre berjam-jam untuk bergiliran 1 MCK. Pernahkah sahabat membayangkan bagaimana beratnya berada di posisi mereka?
Sudah sangat lama para santri Pondok Pesantren Roudotul Musyarofah di Kabupaten Cianjur Selatan berjuang ditengah krisis air bersih yang tidak berkesudahan.
Yuk #sahabataksi bersama kita hilangkan kesusahan saudara-saudara kita yang sedang mempertaruhkan jiwa raganya untuk menuntut ilmu. Semoga tiap air yang mengalir, menjadi bekal untuk perjalanan di hari akhir.
![]()
Belum ada Fundraiser