



Bersama sang istri, ia tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran 3×4 meter, dengan dinding penuh celah, atap yang bocor parah, dan lantai tanah yang dingin. Setiap hari istrinya hanya bisa duduk di depan rumah, khawatir bangunan rapuh itu roboh kapan saja.

Meski tubuhnya ringkih dan sering kesakitan akibat kecelakaan tabrak lari yang pernah menimpanya, Abah Anwas tetap melangkahkan kaki sejauh 15 kilometer setiap hari untuk menjajakan dodol.
Sayangnya perjalanan panjang itu, penghasilannya tak seberapa, sekitar Rp35.000, bahkan masih dipotong setoran, sehingga ia hanya mendapat Rp500 per bungkus. Uang kecil itu digunakan untuk membeli beras, meski sering kali tidak cukup hingga keesokan harinya.

Sangat menyayat hati, persediaan di dapur hanya tinggal segelas beras untuk makan malam. Tak ada lauk, tak ada cadangan. Namun, di tengah kondisi yang begitu sulit, Abah Anwas tetap berusaha tegar demi menopang kehidupan istrinya yang sakit-sakitan.
#Kawanaksi, mari kita hadir menjadi bagian dari harapan Abah Anwas. Uluran tangan sekecil apa pun dapat membantu mereka keluar dari himpitan kesulitan dan memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
