
Tidak semua orang diberi perjalanan hidup yang mudah. Sebagian harus berjuang sejak kecil, bahkan untuk hal-hal yang bagi kita terasa biasa. Begitulah dunia yang dijalani Asep dan Ade.

Sejak usia tiga tahun, adik kakak ini mengalami sakit kejang-kejang yang meninggalkan dampak besar. Kaki mereka mengecil, perlahan tak mampu lagi menopang tubuh. Sejak itu, langkah yang biasa kita lakukan tanpa berpikir, menjadi hal yang tak lagi bisa mereka lakukan.
Kini mereka tinggal bersama ayah mereka, Pak Apen, yang usianya sudah lanjut. Setelah ibunya pergi, hanya mereka bertiga yang saling menjaga dan saling menguatkan. Rumah sederhana itu menjadi saksi perjuangan panjang keluarga kecil ini.

Walaupun fisiknya terbatas, Pak Asep tidak tinggal diam. Ia bekerja sebagai buruh harian di kebun orang lain. Di halaman rumah, mereka menanam singkong dan umbi-umbian untuk dijual. Sedikit hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Ade tidak hanya kesulitan berjalan, tetapi juga kehilangan sebagian pendengarannya. Ia sangat membutuhkan alat bantu dengar. Asep juga membutuhkan kursi roda dan modal usaha kecil agar kehidupan mereka bisa berjalan lebih ringan.

Cerita ini bukan tentang kesedihan semata. Ini adalah kisah tentang kekuatan yang tetap bertahan di tengah keterbatasan. Tentang harapan yang, meski kecil, masih terus menyala.
Mari, kita ikut menjadi bagian dari harapan itu. Satu bantuan yang tulus bisa menjadi pintu perubahan untuk Asep, Ade, dan ayahnya.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
