
Setiap hari, meski pendengarannya sudah terbatas, tubuh sering melemah, dan sesak napas kerap kambuh, Abah Lili tetap berusaha mencari nafkah demi bisa makan sehari-hari.

Dengan tangan tuanya, beliau masih membuat sapu lidi dan anyaman bambu, berhadap ada yang membeli hasil karyanya.
Namun, penghasilan dari kerja kerasnya tak sebanding. Satu sapu lidi hanya dijual kurang dari Rp1.000, dan dalam sehari Abah hanya mampu membuat sekitar 7 sapu. Itu pun kalau kondisi tubuhnya sehat. Jika sakit kambuh, Abah hanya bisa terbaring lemas tanpa penghasilan sepeser pun.

Anyaman bambu yang dibuatnya pun semakin sulit terjual, kalah bersaing dengan alat-alat modern yang lebih praktis. Sehari-hari, penghasilan Abah Lili sering tak sampai Rp15.000.
Sejak istrinya meninggal, Abah Lili hidup seorang diri di rumah tua yang kayunya sudah rapuh. Sementara anak-anaknya sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, sehingga Abah harus menjalani masa tuanya seorang diri. “Asal ada yang bisa dimakan hari ini, Abah sudah bersyukur…” ungkap lirih Abah.
#Kawanaksi, mari kita ringankan beban Abah Lili. Bantuan kita bisa menjadi rezeki untuk beliau agar tidak lagi khawatir besok bisa makan apa, dan agar masa tuanya dijalani dengan lebih tenang dan layak.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
