Catatan Sejarah: Hari Wafatnya Manusia Paling Agung, Baginda Rasulullah ﷺ

Hari ini, lembaran kalender masehi menunjuk pada tanggal 8 Juni 2026. Bagi umat Muslim yang mencintai Nabinya, tanggal ini memicu ingatan pada sebuah peristiwa paling memilukan di Kota Madinah belasan abad silam. Tepat pada tanggal 8 Juni 632 Masehi—atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah—kekasih Allah, pemandu umat manusia, Nabi Muhammad ﷺ mengembuskan napas terakhirnya di pangkuan sang istri, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Mari #KawanAksi, kita luangkan waktu sejenak hari ini untuk mengenang kembali detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah ﷺ dan warisan terbesar yang beliau tinggalkan untuk kita:

1. Detik-Detik Terakhir yang Mengharukan

Sebelum wafat, Rasulullah ﷺ mengalami sakit demam yang cukup parah selama beberapa hari. Di tengah kondisi fisiknya yang terus melemah, perhatian utama beliau bukanlah diri sendiri, melainkan kita—umatnya. Kisah sejarah mencatat bahwa menjelang detik-detik terakhirnya, beliau terus membisikkan kalimat: “Ummatii… ummatii… (Umatku… umatku…)” serta mengingatkan untuk menjaga salat.

Beliau kemudian memilih untuk menghadap Sang Khaliq setelah diberikan pilihan oleh Malaikat Maut, seraya berucap: “Ar-Rafiqul A’la (Menuju Kekasih yang Maha Tinggi).”

2. Kesedihan Mendalam yang Mengguncang Madinah

Wafatnya Rasulullah ﷺ meninggalkan duka yang begitu hebat hingga mengguncang mental para sahabat. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahkan sempat tidak mempercayai kabar tersebut karena saking terpukulnya. Hingga akhirnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menenangkan umat dengan perkataannya yang abadi:

“Barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.”

3. Apa yang Beliau Wariskan untuk Kita?

Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan harta warisan berupa dinar, dirham, istana, ataupun tanah yang luas. Namun, beliau meninggalkan dua pusaka yang nilainya tidak akan pernah bisa diukur dengan materi duniawi. Beliau bersabda:

“Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnahku.” (HR. Al-Hakim).

Hidupkan Sunnah dan Rasa Cinta Melalui Aksi Nyata

Mengenang hari wafatnya Rasulullah ﷺ di tanggal 8 Juni ini bukan berarti kita larut dalam kesedihan, melainkan menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi diri: Sejauh mana kita sudah menghidupkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari?

Salah satu karakter utama Rasulullah ﷺ yang paling menonjol adalah sifatnya yang sangat pemurah, gemar memberi makan, dan sangat menyayangi anak-anak yatim serta kaum dhuafa.

Mari #KawanAksi, kita buktikan cinta kita kepada Baginda Nabi ﷺ dengan melanjutkan misi kemanusiaan dan kepedulian sosial beliau untuk membantu saudara-saudara kita yang serba kekurangan di pelosok negeri melalui Wujud Aksi Nyata: 👉 Buktikan Cinta pada Rasulullah dengan Berbagi – Wujud Aksi Nyata

Menjaga Warisan Nabi

Tanggal 8 Juni 2026 adalah pengingat bahwa fisik Rasulullah ﷺ memang telah tiada, namun cahaya Islam, Al-Qur’an, dan keteladanan hidup beliau akan tetap hidup selamanya di dalam dada kita. Mari kita jaga warisan tersebut dengan menjadi muslim yang taat dan bermanfaat bagi sesama.