Ketika bencana alam datang tiba-tiba — gempa yang mengguncang, angin kencang yang merobohkan, atau banjir yang meluap — hati manusia sering dipenuhi rasa cemas dan ketidakpastian. Islam mengajarkan bahwa di saat-saat seperti inilah seorang hamba paling dianjurkan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir.
Tidak Ada Doa Khusus, tapi Ada Anjuran yang Jelas
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa secara spesifik tidak ada satu doa khusus yang diajarkan secara mutlak hanya untuk gempa bumi. Namun, para ulama melakukan qiyas (analogi hukum) dengan mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat terjadi angin ribut dan cuaca ekstrem, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Imam Muslim (No. 899).
Syaikh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asna Al-Mathalib juga menegaskan hal serupa: dianjurkan bagi setiap muslim untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT dengan memperbanyak doa ketika terjadi gempa bumi, petir, angin kencang, atau bencana alam lainnya.
1. Doa Ketika Angin Kencang Bertiup
Dari Aisyah RA, diriwayatkan bahwa apabila angin bertiup kencang, Rasulullah SAW membaca doa:
“Allahumma inni as-aluka khoiroha, wa khoiro ma fiiha, wa khoiro ma ursilat bih. Wa a’udzu bika min syarriha, wa syarri ma fiiha, wa syarri ma ursilat bih.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan dari apa yang Engkau utus dengannya. Dan aku berlindung dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan dari apa yang Engkau kirimkan dengannya.”
Doa inilah yang oleh para ulama juga dianjurkan dibaca ketika terjadi gempa bumi, karena keduanya sama-sama merupakan fenomena alam yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
2. Mengucapkan Istirja’ (Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un)
Saat bencana alam melanda, umat Islam dianjurkan mengucapkan kalimat istirja’, sebagaimana firman Allah SWT:
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 156)
Kalimat ini bukan sekadar ucapan formalitas, melainkan pengakuan mendalam bahwa segala sesuatu — termasuk bencana yang terjadi — adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.
3. Doa Memohon Kebaikan dan Perlindungan dari Kejadian
Doa berikut juga dianjurkan dibaca saat bencana terjadi untuk memohon keselamatan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ke hadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan dari apa yang Engkau kirimkan bersama kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan dari apa yang Engkau kirimkan bersamanya.”
4. Membaca Basmalah dengan Doa Perlindungan Menyeluruh
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa berikut sebagai bentuk perlindungan dari segala keburukan, termasuk bencana alam:
“Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samii’ul ‘aliim.”
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
5. Doa Berlindung dari Beratnya Musibah
Rasulullah SAW bersabda: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus-menerus, buruknya qadha, serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari)
Anjuran Lain Selain Berdoa
Selain membaca doa-doa di atas, para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa anjuran penting lain yang sebaiknya dilakukan saat bencana alam terjadi:
Segera bertaubat kepada Allah SWT. Gempa dan bencana alam lainnya termasuk tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia akan kelemahan dan ketidakberdayaannya di hadapan-Nya.
Memperbanyak dzikir dan istighfar. Rasulullah SAW bersabda ketika terjadi gerhana: “Jika kalian melihat hal itu (tanda-tanda kebesaran Allah), maka segeralah berdzikir kepada Allah, berdoa, dan beristighfar kepada-Nya.”
Melaksanakan sholat secara khusyuk seorang diri di rumah agar tidak lalai dari mengingat Allah SWT di tengah kondisi yang mencekam.
Memperbanyak sedekah, sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar memohon keringanan dari Allah SWT.
Mengapa Berdoa Menjadi Sangat Penting Saat Bencana?
Gempa dan bencana alam lainnya adalah tanda kebesaran Allah SWT yang agung di alam semesta ini, sebagai ujian, peringatan, atau bahkan teguran bagi umat manusia. Dalam kondisi seperti ini, manusia diingatkan akan kelemahan, ketidakmampuan, dan kerendahannya, serta betapa besar kebutuhannya terhadap pertolongan Allah SWT.
Allah SWT juga telah mengingatkan dalam Al-Quran bahwa ujian berupa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta benda maupun jiwa adalah bagian dari kehidupan, dan Allah memberi kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar menghadapinya.
Doa saat bencana bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan jalan untuk mendekat kepada Allah SWT, memohon perlindungan, dan meneguhkan hati di tengah ketidakpastian. Semoga setiap kita yang menghadapi ujian bencana senantiasa diberi ketabahan, keselamatan, dan pertolongan dari Allah SWT.