Pemandangan tak biasa muncul di Hard Rock Stadium, Miami, menjelang laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Arab Saudi dan Uruguay pada Selasa, 16 Juni 2026. Saat bendera negara-negara lain dibentangkan di atas rumput lapangan seperti biasa, bendera Arab Saudi justru diangkat oleh para petugas dan tidak menyentuh tanah sama sekali. Uruguay pun mendapat perlakuan serupa demi menjaga keseragaman visual seremoni.
Kejadian ini langsung ramai dibicarakan publik dan warganet di seluruh dunia. Lalu, apa alasannya?
Bendera yang Memuat Kalimat Syahadat
Alasannya bukan sekadar protokol biasa. Bendera Arab Saudi memuat kalimat syahadat — “Laa ilaha illallah, Muhammad Rasulullah” — yang merupakan deklarasi keimanan paling mendasar dalam Islam. Kalimat ini ditulis dengan khat Tsulutsi (kaligrafi Arab klasik) di atas dasar hijau, disertai gambar pedang di bawahnya.
Karena memuat lafaz yang dianggap suci, pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan ketat mengenai tata cara penanganan bendera nasionalnya.
Aturan Resmi Pemerintah Arab Saudi
Ketentuan ini bukan kebijakan baru. Berdasarkan regulasi resmi yang tercantum di situs saudiflag.sa, bendera Arab Saudi tidak diperbolehkan menyentuh tanah atau permukaan di bawahnya dalam kondisi apapun. Aturan tersebut juga mengatur cara melipat bendera setelah acara: kalimat syahadat harus berada di bagian atas, sementara gambar pedang berada di sisi lainnya.
Selain itu, ada sejumlah larangan lain yang berlaku untuk bendera Arab Saudi, di antaranya: tidak boleh dikibarkan setengah tiang meski dalam masa berkabung, tidak boleh digunakan pada bola sepak, dan tidak boleh dipajang terbalik dalam kondisi apapun.
Preseden serupa pernah terjadi di Piala Dunia 2002, ketika Arab Saudi menolak usulan FIFA untuk mencetak bendera seluruh peserta — termasuk benderanya — pada bola yang akan digunakan dalam pertandingan. Pejabat Saudi menyatakan bahwa menendang bola bertuliskan kalimat syahadat adalah sesuatu yang tidak dapat diterima.
FIFA Menyesuaikan Protokol
FIFA dalam Piala Dunia 2026 memperkenalkan format upacara pra-pertandingan yang lebih terstruktur, salah satunya pembentangan bendera kedua negara di sisi lapangan saat lagu kebangsaan diputar. Namun untuk laga Arab Saudi, FIFA menyesuaikan prosedurnya dengan mempertimbangkan aspek budaya dan agama.
Keputusan yang sama diterapkan pada bendera Uruguay sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan visual antara kedua tim.
Hasil Pertandingan
Di lapangan, Arab Saudi harus puas berbagi angka dengan Uruguay. Laga berakhir imbang 1-1 dalam laga Grup H Piala Dunia 2026.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita turnamen sepak bola dunia, ada nilai-nilai yang jauh melampaui batas lapangan — nilai keimanan yang dijaga dengan penuh hormat oleh sebuah bangsa.