Dalam sejarah Islam, kejujuran dan amanah selalu menjadi prinsip utama, terutama dalam mengelola harta umat. Namun, realitasnya manusia tidak lepas dari ujian. Pada masa Rasulullah ﷺ pun, ada beberapa peristiwa yang menjadi pengingat keras tentang larangan mengkhianati amanah (ghulûl). Kisah-kisah ini menjadi catatan sejarah, sebagai pelajaran penting bagi umat muslim hingga kini.
1. Kasus Abdullah bin al-Lutbiyyah, Petugas Zakat Bani Sulaim
Pada tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengutus Abdullah bin al-Lutbiyyah untuk mengumpulkan zakat dari Bani Sulaim. Setelah kembali, ia menyerahkan hasil zakat kepada Rasulullah, sembari berkata, “Ini untuk Anda, dan ini hadiah untukku.” Rasulullah ﷺ pun naik mimbar dan menegaskan:
“Mengapa ada petugas yang kami utus, lalu berkata: ‘Ini untuk Anda, ini hadiah untukku’? Mengapa ia tidak duduk di rumah ayah atau ibunya, lalu lihat apakah akan diberi hadiah atau tidak! Demi Allah, siapa pun yang mengambil sesuatu dari harta ini tanpa hak, maka ia akan datang pada Hari Kiamat memikulnya.”
(HR. al-Bukhari no. 7174, Muslim no. 1832)
Sabda ini menunjukkan bahwa hadiah yang diterima karena jabatan tidak boleh diterima begitu saja, karena termasuk gratifikasi yang dilarang.
2. Mi’dam dan Mantel dari Rampasan Perang Khaibar
Dalam perang Khaibar, seorang budak bernama Mi’dam mengambil mantel dan seutas tali sandal sebelum harta rampasan dibagikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Selimut yang ia ambil secara ghulûl akan menjadi api yang membakarnya di Hari Kiamat.”
(HR. al-Bukhari no. 4234, Muslim no. 115)
Meskipun nilainya kecil, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa pengkhianatan terhadap harta umat adalah dosa besar.
3. Tuduhan Ghulul pada Perang Uhud
Al-Qur’an juga menegaskan larangan pengkhianatan dalam QS. Âli ‘Imrân [3]:161:
“Tidak mungkin bagi seorang Nabi berkhianat terhadap harta rampasan perang. Barang siapa berkhianat, maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatinya; kemudian tiap jiwa diberi balasan setimpal dengan apa yang dikerjakan.”
Ayat ini turun ketika sebagian pasukan sempat dituduh mengambil harta rampasan secara tidak sah, dan Allah menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak mungkin mengkhianati amanah.
Hikmah dan Pelajaran
Kasus-kasus di atas menegaskan bahwa Islam memandang amanah sebagai perkara agung. Korupsi, sekecil apa pun, termasuk dosa besar yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Prinsip ini relevan di setiap zaman, terlebih dalam konteks pengelolaan harta publik. Ketegasan Rasulullah ﷺ memberi teladan bahwa kejujuran adalah pondasi masyarakat yang diberkahi.