Di antara dzikir yang dianjurkan setelah sholat fardhu, Ayat Kursi menempati posisi istimewa. Ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah ini menyimpan keutamaan yang luar biasa besar bagi siapa saja yang istiqamah mengamalkannya.
Dalil Jaminan Surga
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga melainkan kematian.” (HR. An-Nasa’i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Syaikh Al-Albani)
Maksud hadis ini, sebagaimana dijelaskan para ulama, adalah tidak ada penghalang antara seorang hamba dengan surga selain ajalnya sendiri. Dengan kata lain, kematian menjadi satu-satunya jarak yang memisahkan pengamal Ayat Kursi dari surga Allah SWT.
Perlu dicatat, sebagian ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai status hadis ini — sebagian menilainya shahih, sebagian lain menganggapnya lemah. Namun mayoritas ulama, termasuk Ibnu Hibban dan Al-Albani, menguatkan keshahihannya, sehingga amalan ini tetap dianjurkan untuk diistiqamahkan.
Perlindungan dari Allah Hingga Sholat Berikutnya
Selain jaminan surga, ada hadis lain yang menyebutkan keutamaan serupa. Dari Hasan bin Ali RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah sholat wajib, maka dia berada dalam perlindungan Allah hingga sholat berikutnya.” (HR. Ath-Thabrani)
Artinya, antara satu sholat dengan sholat berikutnya, seorang hamba yang membaca Ayat Kursi akan senantiasa berada dalam penjagaan Allah SWT — baik dari gangguan setan maupun bahaya yang tidak terlihat.
Mengapa Ayat Kursi Begitu Istimewa?
Syaikh Bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang sangat agung dalam Al-Quran. Ayat ini menjelaskan keesaan, kekuasaan, dan keagungan Allah SWT secara langsung — mencakup sifat-sifat-Nya yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, serta meliputi langit dan bumi.
Karena kandungan maknanya yang begitu agung, banyak ulama menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling mulia dalam Al-Quran. Membacanya secara rutin setelah sholat menjadi salah satu bentuk dzikir yang paling dianjurkan.
Waktu-Waktu Dianjurkan Membaca Ayat Kursi
Selain setelah sholat fardhu, Ayat Kursi juga dianjurkan dibaca pada waktu-waktu berikut:
- Setelah sholat Subuh — memberi perlindungan dari gangguan jin dan manusia sepanjang hari
- Sebelum tidur — sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari, menjaga dari gangguan setan hingga pagi hari
- Pagi dan petang — sebagai bagian dari dzikir harian
Cara Mengamalkannya
Ayat Kursi cukup dibaca satu kali setelah salam, biasanya disertai dzikir lain seperti tasbih, tahmid, takbir, serta surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Yang terpenting adalah konsistensi — diamalkan setiap selesai sholat fardhu, bukan sesekali saja.
Amalan ini tergolong ringan untuk dikerjakan, namun ganjarannya begitu besar. Membiasakan diri membaca Ayat Kursi setelah sholat adalah investasi akhirat yang sederhana namun bernilai luar biasa di sisi Allah SWT.