Usia Berapa Nabi Ismail AS Saat Hendak Menjalankan Perintah Allah untuk Dikurbankan?

Setiap kali merayakan Idul Adha, kisah keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS selalu digelorakan. Peristiwa ini menjadi bukti cinta tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Banyak dari kita mengetahui jalan ceritanya, tetapi detail mengenai berapa usia Nabi Ismail AS saat berserah diri untuk disembelih masih jarang dibahas secara mendalam di tengah masyarakat.

Mari #KawanAksi, kita bedah catatan sejarah dan tafsir para ulama mengenai usia sang nabi saat peristiwa tersebut berlangsung:

1. Isyarat Al-Qur’an: Usia “Saa-ya” (Sanggup Berusaha)

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT tidak menyebutkan angka usia Nabi Ismail AS secara spesifik. Namun, Allah memberikan sebuah isyarat yang sangat indah dalam Surah As-Saffat ayat 102:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya (Ibrahim), ia berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu…'”

Kata “sanggup berusaha” (bata’ah ma’ahus sa’ya) dalam ayat ini merujuk pada usia di mana seorang anak laki-laki sudah bisa berjalan, menemani, dan membantu aktivitas pekerjaan ayahnya.

2. Rentang Usia Menurut Penafsiran Para Ulama

Berdasarkan isyarat ayat di atas, para ahli tafsir terkemuka mencoba merinci rentang usia Nabi Ismail AS saat itu:

  • Pendapat Mayoritas (Usia 7 hingga 13 Tahun): Sebagian besar ulama tafsir, termasuk Ibnu Abbas, Mujahid, dan As-Suddi, berpendapat bahwa usia Nabi Ismail saat itu berada di rentang 7 sampai 13 tahun. Di usia ini, seorang anak sudah memasuki masa tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk) dan sudah kuat secara fisik untuk membantu sang ayah.

  • Pendapat Usia Remaja/Baligh: Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa Nabi Ismail sudah memasuki usia awal pubertas atau baligh, di mana ia sudah mampu berpikir kritis. Hal ini tercermin dari jawaban Nabi Ismail yang sangat dewasa dan tenang ketika mendengar mimpi ayahnya: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

3. Esensi di Balik Usia Muda Nabi Ismail AS

Mengapa peristiwa ini terjadi di usia beliau yang masih sangat muda? Di sinilah letak ujian terberatnya. Bagi Nabi Ibrahim AS, Ismail adalah anak tunggal yang dinantikannya selama puluhan tahun hingga rambutnya memutih. Ketika anak tersebut sedang lucu-lucunya dan mulai bisa diajak berkomunikasi, Allah justru meminta Nabi Ibrahim untuk menyembelihnya.

Bagi #KawanAksi, ini adalah pelajaran berharga bahwa ketaatan kepada Allah tidak mengenal batas usia. Nabi Ismail mengajarkan kita bahwa pemuda pun bisa memiliki tingkat ketakwaan yang melampaui orang dewasa.

Warisi Spirit Keteguhan Nabi Ismail

Nabi Ismail AS telah mengorbankan masa mudanya demi menjalankan perintah Allah, hingga akhirnya Allah menggantinya dengan seekor domba yang besar. Kini, kita tidak diminta untuk mengorbankan jiwa kita, melainkan hanya diminta mengorbankan sebagian kecil dari harta kita untuk membantu sesama.

Mari #KawanAksi, teladani keikhlasan Nabi Ismail AS dengan menunaikan kurban terbaikmu tahun ini untuk mengalirkan kebahagiaan bagi dhuafa di pelosok negeri melalui
Wujud Aksi Nyata: 👉 Kurban Terbaik Meneladani Nabi Ismail – Wujud Aksi Nyata
Wujud Aksi Nyata: 👉 Sedekah Daging – Wujud Aksi Nyata

Jiwa Muda yang Penuh Ketaatan

Meskipun para ulama memiliki sedikit perbedaan pandangan (antara usia 7 hingga 13 tahun), satu hal yang pasti: Nabi Ismail menghadapi ujian kurban tersebut di usia yang masih sangat muda. Sejarah ini menjadi refleksi kuat bagi para pemuda masa kini untuk terus menaruh ketaatan kepada Allah di atas segalanya.