Dalam menjalankan ibadah puasa, terkadang kita terlalu kaku karena takut melakukan kesalahan yang membatalkan pahala. Padahal, Islam adalah agama yang memudahkan. Berdasarkan literatur klasik dan kontemporer, ada beberapa detail hukum yang sering dianggap membatalkan puasa, namun sebenarnya diperbolehkan dalam kondisi tertentu.
Agar ibadah #KawanAksi semakin mantap, mari simak 3 fakta tambahan yang jarang diketahui berikut ini:
1. Menelan Air Liur Sendiri Tidak Membatalkan Puasa
Banyak orang yang sengaja terus-menerus meludah karena takut menelan air liurnya sendiri. Namun, mengacu pada Kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, para ulama sepakat bahwa menelan air liur sendiri tidak membatalkan puasa.
-
Syaratnya: Air liur tersebut masih murni (tidak tercampur warna/makanan), berada di dalam mulut (bukan yang sudah keluar lalu diisap kembali), dan tertelan secara alami. Hal ini dikategorikan sebagai umumul balwa atau sesuatu yang sulit dihindari.
2. Mencicipi Masakan bagi Juru Masak/Ibu Rumah Tangga
Bagi yang bertugas menyiapkan menu berbuka, ada kekhawatiran soal rasa masakan. Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas RA dalam Kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah, beliau berkata: “Tidak mengapa seseorang yang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu selama tidak masuk ke kerongkongannya.”
-
Aturannya: Mencicipi diperbolehkan hanya di ujung lidah untuk memastikan rasa, setelah itu wajib segera dikeluarkan atau diludahkan kembali. Puasa tetap sah selama tidak ada bagian makanan yang sengaja ditelan.
3. Mandi dan Berendam di Siang Hari saat Cuaca Terik
Saat cuaca panas, mandi atau bahkan berendam sering dianggap bisa membatalkan puasa karena air masuk melalui pori-pori. Faktanya, berdasarkan Hadits Riwayat Abu Dawud, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyiramkan air ke atas kepala beliau karena rasa haus atau panas yang sangat saat sedang berpuasa.
-
Penjelasan: Mengacu pada Kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, mandi, berendam, atau membasahi pakaian untuk mendinginkan suhu tubuh hukumnya boleh (mubah). Yang harus dijaga adalah agar tidak ada air yang masuk ke lubang tubuh secara sengaja seperti hidung atau telinga.
Menyiram Kebaikan Lewat Aksi Nyata
Memahami kemudahan dalam fikih puasa membuat kita lebih bersyukur atas nikmat beribadah. Rasa syukur tersebut akan lebih sempurna jika kita mampu berbagi kesegaran dengan sesama, terutama bagi mereka yang harus bekerja di bawah terik matahari demi mencari nafkah halal.
Mari #KawanAksi, wujudkan kepedulian Anda dengan berbagi paket air minum dan hidangan buka puasa yang segar untuk dhuafa dan pejuang jalanan melalui Wujud Aksi Nyata.
Salurkan kedermawanan Kamu di sini: 👉 infaq – Wujud Aksi Nyata
Beribadah dengan Ilmu
Dengan mengetahui detail hukum ini, diharapkan kita tidak lagi merasa was-was secara berlebihan. Fokuslah pada peningkatan kualitas taqwa dan perbanyak manfaat bagi orang di sekitar kita.