Mengenal Santet Dalam Dunia Islam, Apakah Ada?

Dalam masyarakat Nusantara, santet dikenal sebagai praktik ilmu hitam yang digunakan untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh. Dalam terminologi Islam, praktik ini sejajar dengan istilah sihr (sihir). Al-Qur’an dan hadis secara tegas menyebutkan keberadaan sihir sekaligus melarang keras umat Islam untuk melakukannya.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Padahal Sulaiman tidak kafir, hanya setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…”
(QS. Al-Baqarah: 102)

Ayat ini menegaskan bahwa sihir adalah perbuatan kufur yang bersumber dari setan, bertujuan untuk menyesatkan dan merusak manusia.

Rasulullah ﷺ dan Realitas Sihir

Islam tidak menutup mata terhadap realitas sihir. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah ﷺ pernah terkena sihir yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Labid bin al-A’sham. Sihir itu membuat beliau merasakan sakit dan terganggu dalam beberapa aktivitasnya.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Allah ﷻ kemudian menurunkan Surat Al-Falaq dan An-Naas sebagai doa perlindungan. Dengan izin Allah, Rasulullah ﷺ pun disembuhkan. Kisah ini menunjukkan bahwa sihir memang nyata, namun tidak ada kekuatan yang dapat melampaui perlindungan Allah.

Pandangan Ulama tentang Santet

Para ulama menegaskan bahwa sihir termasuk dalam dosa besar. Ibn Hajar al-Haitami dalam Az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabair menempatkan sihir sebagai salah satu dosa besar yang dapat merusak akidah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.” Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Apakah itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita mukminah yang terjaga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga memperingatkan untuk tidak mendatangi tukang sihir atau dukun. Dalam hadis riwayat Ahmad, beliau bersabda:

“Barang siapa mendatangi seorang dukun lalu mempercayai perkataannya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.”

Santet di Masyarakat Muslim

Di Indonesia, praktik santet sering dicampurkan dengan budaya lokal dan kepercayaan mistis. Namun, dalam Islam, segala bentuk permintaan bantuan kepada jin, dukun, atau praktik gaib untuk mencelakai orang lain jelas dilarang.

Para ulama menekankan bahwa perlindungan terbaik dari sihir atau santet adalah berlindung kepada Allah, memperbanyak doa, membaca ayat kursi, surat Al-Falaq, dan An-Naas, serta menjaga kedekatan diri dengan Al-Qur’an.

Jejak santet dalam dunia Islam terbukti nyata, baik dalam Al-Qur’an, hadis, maupun sejarah Rasulullah ﷺ. Islam mengakui keberadaan sihir, namun melarang keras praktiknya karena termasuk dosa besar dan dapat merusak akidah. Perlindungan terbaik dari santet hanyalah dengan memperkuat iman, mendekat kepada Allah, dan menjauhi segala bentuk praktik perdukunan.