Rasulullah ﷺ Tercipta dari Apa? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis

Pertanyaan tentang asal penciptaan Rasulullah ﷺ sering muncul, bahkan ada yang meyakini bahwa Nabi diciptakan dari cahaya (nur). Benarkah demikian? Untuk menjawabnya, mari kita lihat langsung dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadis sahih, dan pandangan ulama.

Nabi Muhammad ﷺ Adalah Manusia

Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia biasa yang diutus untuk menyampaikan wahyu:

“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa…”
(QS. Al-Kahfi: 110).

Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki sifat kemanusiaan seperti halnya kita semua. Beliau makan, minum, menikah, sakit, bahkan wafat sebagaimana manusia lainnya.

Kesaksian dari Hadis

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Maka jika aku lupa, ingatkanlah aku.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini semakin menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ tercipta sebagai manusia, dengan sifat-sifat kemanusiaan yang Allah anugerahkan.

Bagaimana dengan Riwayat “Nur Muhammad”?

Ada sebagian riwayat populer yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ diciptakan dari cahaya (nur Muhammad). Namun, para ulama hadits besar seperti Al-Suyuthi dan Ibn Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa riwayat tersebut lemah (dhaif) sehingga tidak bisa dijadikan dasar keyakinan.

Imam Qadhi Iyadh dalam kitab As-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Musthafa menegaskan bahwa keyakinan yang benar adalah Rasulullah ﷺ diciptakan sebagaimana manusia pada umumnya, yaitu dari keturunan Nabi Adam yang berasal dari tanah.

Kemuliaan Rasulullah ﷺ

Meskipun manusia, Rasulullah ﷺ memiliki kemuliaan yang tidak dimiliki manusia lain. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4).

Beliau adalah manusia terbaik, teladan sepanjang masa, dan penutup para nabi.

Rasulullah ﷺ bukanlah makhluk dari cahaya atau unsur gaib, melainkan manusia keturunan Nabi Adam yang Allah pilih dan muliakan. Al-Qur’an dan hadis sahih menegaskan hal ini dengan jelas.

Dengan memahami hal ini, kita bisa lebih mencintai Nabi ﷺ bukan karena asal penciptaannya, tetapi karena akhlaknya yang mulia, perjuangannya dalam dakwah, serta kasih sayangnya kepada umat.