Siapa yang Pertama Kali Melaksanakan Sholat Jumat?

Sholat Jumat yang kita kerjakan setiap pekan memiliki sejarah panjang yang jarang diketahui detailnya. Menariknya, ada dua nama yang sering disebut sebagai “yang pertama kali sholat Jumat” — dan keduanya benar, tergantung konteks peristiwanya.

Sholat Jumat Pertama Tanpa Kehadiran Rasulullah SAW

Sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau mengutus Mush’ab bin Umair RA ke Madinah untuk mengajarkan Islam dan Al-Quran kepada penduduk di sana. Rasulullah SAW memerintahkan Mush’ab untuk mulai melaksanakan sholat Jumat di Madinah meski beliau sendiri belum tiba.

Mush’ab kemudian menyampaikan perintah tersebut kepada As’ad bin Zurarah RA — sahabat besar yang merupakan salah satu penduduk Yatsrib (Madinah) pertama yang masuk Islam. As’ad bin Zurarah lalu mengumpulkan sekitar 40 orang laki-laki, dan bersama merekalah ia mendirikan sholat Jumat pertama di sebuah daerah bernama Al-Bayadah, di pinggiran selatan Kota Madinah.

Inilah alasan mengapa banyak riwayat menyebut As’ad bin Zurarah sebagai orang yang pertama kali melaksanakan sholat Jumat dalam sejarah Islam — meskipun peristiwa ini terjadi tanpa kehadiran Rasulullah SAW secara langsung, karena beliau saat itu masih berada di Makkah.

Sholat Jumat Pertama yang Dipimpin Langsung oleh Rasulullah SAW

Peristiwa kedua terjadi ketika Rasulullah SAW akhirnya melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan tersebut, beliau singgah di Quba dan tinggal selama beberapa hari sambil membangun masjid pertama dalam sejarah Islam — Masjid Quba.

Ketika perjalanan dilanjutkan menuju Madinah, tepat pada hari Jumat, rombongan Rasulullah SAW tiba di sebuah lembah bernama Wadi Ranuna, wilayah Bani Salim bin Auf. Di tempat itulah, menjelang waktu Zuhur, Rasulullah SAW menghentikan perjalanan dan mendirikan sholat Jumat — untuk pertama kalinya dipimpin langsung oleh beliau sendiri, bersama para sahabat yang ikut hijrah.

Setelah sholat selesai, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah Jumat pertamanya, yang berisi pesan tentang pentingnya berbuat kebajikan dan persiapan menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja.

Kini, di lokasi bersejarah tersebut telah berdiri sebuah masjid yang diberi nama Masjid Al-Jumu’ah, sebagai penanda peristiwa penting ini.

Jadi, Siapa yang Benar?

Kedua riwayat ini sebenarnya tidak bertentangan — keduanya menjelaskan peristiwa yang berbeda:

As’ad bin Zurarah adalah orang pertama yang mendirikan sholat Jumat secara keseluruhan dalam sejarah Islam, atas perintah Rasulullah SAW yang disampaikan melalui Mush’ab bin Umair, sebelum Nabi sendiri tiba di Madinah.

Rasulullah SAW adalah orang pertama yang memimpin dan melaksanakan sholat Jumat secara langsung bersama para sahabatnya, yaitu ketika perjalanan hijrah beliau singgah di Wadi Ranuna.

Mengapa Sholat Jumat Belum Bisa Dilaksanakan di Makkah?

Sebagian ulama, termasuk As-Sayyid Al-Bakri dalam kitab Fathul Mu’in, menjelaskan bahwa syariat sholat Jumat sebenarnya sudah disyariatkan sejak di Makkah. Namun ada dua kendala utama yang membuatnya tidak bisa dilaksanakan saat itu: jumlah kaum muslimin di Makkah masih kurang dari 40 orang — jumlah minimal yang disyaratkan sebagian ulama untuk sahnya sholat Jumat — dan tekanan serta intimidasi dari kaum Quraisy yang membuat umat Islam belum memiliki ruang aman untuk beribadah secara terbuka.


Sejarah sholat Jumat mengajarkan bahwa ibadah ini lahir bukan dari kemudahan, melainkan dari perjuangan panjang dakwah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Setiap kali kita melangkah ke masjid pada hari Jumat, kita sedang melanjutkan sebuah tradisi yang telah dijaga selama lebih dari 1400 tahun.