Laki-Laki Wajib Tahu Ini: Cara Memimpin Sholat Jenazah Ketika Orang Tua Telah Tiada

Ada momen dalam hidup yang datang tanpa permisi — dan tidak ada latihan yang cukup untuk mempersiapkan diri. Salah satunya adalah ketika orang tua berpulang, dan kita sebagai anak laki-laki tertua diminta maju untuk memimpin sholat jenazah mereka.

Inilah panduan yang perlu diketahui setiap laki-laki muslim sebelum hari itu tiba.

Siapa yang Berhak Menjadi Imam Sholat Jenazah?

Urutan prioritas imam sholat jenazah berdasarkan kesepakatan ulama adalah:

  1. Wali paling dekat dari jenazah — anak laki-laki tertua, lalu ayah, lalu kakak/adik
  2. Jika tidak ada wali laki-laki yang mampu, barulah diserahkan kepada tokoh agama setempat

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya.” (HR. Muslim) — maksudnya wali lebih berhak di rumahnya sendiri. Maka anak laki-laki berhak — bahkan dianjurkan — untuk tampil maju memimpin sholat jenazah orang tuanya.

Tata Cara Sholat Jenazah

Sholat jenazah tidak ada ruku’ dan sujud. Seluruhnya dilakukan dalam posisi berdiri, dengan empat kali takbir.

Posisi Imam

Untuk jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah. Untuk jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan bagian tengah/perut jenazah.

Urutan Empat Takbir

Takbir Pertama — membaca Al-Fatihah

Setelah takbiratul ihram, membaca ta’awudz (A’udzubillah) lalu membaca Surah Al-Fatihah secara pelan (sirr).

Takbir Kedua — membaca Sholawat

Setelah takbir kedua, membaca sholawat Ibrahimiyah:

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim. Wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim. Fil ‘alamina innaka hamidun majid.

Takbir Ketiga — membaca doa untuk jenazah

Inilah inti sholat jenazah. Bacaan doa yang paling dikenal:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, wagsilhu bilmai watstsalji walbaradi, wa naqqihi minal khathaaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran.” (HR. Muslim)

Jika jenazah adalah perempuan, ganti kata lahu dengan laha dan seterusnya.

Takbir Keempat — membaca doa penutup

Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lana walahu.

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.” (HR. Al-Hakim)

Salam — diucapkan dua kali ke kanan dan ke kiri seperti sholat biasa.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Sholat jenazah tidak memiliki adzan dan iqamah. Seluruh bacaan dibaca secara pelan (sirr) kecuali takbir yang dikeraskan. Tidak ada qunut, tidak ada ruku’, tidak ada sujud.

Jika lupa membaca doa pada takbir tertentu, tidak perlu sujud sahwi — cukup lanjutkan ke takbir berikutnya.


Tidak ada yang siap untuk hari itu. Tapi setidaknya, kita bisa mempelajari dan menghafal urutan ini jauh sebelum saat itu tiba — agar ketika dipanggil maju, kita bisa hadir sepenuhnya untuk orang tua kita, untuk terakhir kalinya.