Tata Cara dan Niat Shalat Nisfu Syaban

Syaban merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan kalender Hijriyah. Malam Nisfu Syaban 1444 H, yang jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025 merupakan malam istimewa bagi umat Muslim. Setiap tahun, bulan ini sangat selalu dinanti oleh umat Islam sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Syaban memiliki keistimewaan tersendiri, terutama karena Rasulullah SAW sering menjalankan puasa sunnah selama bulan ini.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Dilansir laman Badan Amil Zakat Nasional, sholat Nisfu Syaban bisa dikerjakan secara sendiri maupun berjemaah. Berikut niat sholat.

a. Niat Sholat Nisfu Syaban Secara Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini lillâhi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat sholat sunah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

b. Niat Sholat Nisfu Syaban sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini imâman lillâhi ta’ala, Allahu Akbar.

Artinya: “Aku niat shalat sunah nisfu sya’ban dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

c. Niat Sholat Nisfu Syaban sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’ala, Allahu Akbar.

Artinya: “Aku niat shalat sunah nisfu sya’ban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Sholat Nisfu Syaban dilakukan sebanyak 100 rakaat dengan 50 kali salam. Sholat ini lebih utama jika dilaksanakan secara berjamaah.

Sholat sunnah ini dapat dilakukan setelah sholat sunnah ba’diyah Maghrib dan dilanjutkan setelah sholat Isya. Tata caranya serupa dengan sholat sunnah pada umumnya, namun yang membedakannya adalah niat serta surah yang dianjurkan untuk dibaca.

Berikut tata cara sholat Nisfu Syaban:

  1. Mengucap niat sholat
  2. Melakukan Takbiratul Ihram.
  3. Disunahkan membaca doa Iftitah.
  4. Membaca surat Al-Fatihah.
  5. Membaca surat pendek, lebih diutamakan membaca surat Al-Kafirun.
  6. Rukuk dengan membaca doa rukuk.
  7. I’tidal dengan membaca doa Itidal.
  8. Sujud dengan membaca doa suju.
  9. Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri menunaikan rakaat kedua.
  12. Membaca Al-Fatihah.
  13. Membaca surat pendek, diutamakan surat Al Ikhlas.
  14. Rukuk dengan membaca doa rukuk.
  15. I’tidal dengan membaca doa Itidal.
  16. Sujud dengan membaca doa sujud.
  17. Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
  18. Sujud kedua.
  19. Duduk tahiyat akhir.
  20. Mengucap salam.

Setelah melaksanakan sholat, dianjurkan untuk membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Setiap pembacaan surah Yasin, terdapat hajat yang bisa diniatkan.

Pada pembacaan yang pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang bermakna yang dihabiskan untuk taat kepada Allah SWT. Pembacaan yang kedua bisa diniatkan untuk memohon rezeki yang halal dan berkah sebagai bekal untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Terakhir, bisa diniatkan untuk memohon keteguhan iman dari Allah SWT.