Selain menelan korban jiwa, gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT pada 15 Agustus 2026 turut meluluhlantakkan ribuan fasilitas publik. Hingga kini, kebutuhan mendesak para penyintas di lokasi pengungsian juga masih terus bertambah.
Rincian Fasilitas yang Rusak
Berdasarkan data terbaru BNPB per Kamis, 20 Agustus 2026, tercatat 804 fasilitas pendidikan, 195 rumah ibadah, 237 fasilitas kesehatan, dan 257 kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat satu gudang, sembilan fasilitas irigasi, 116 fasilitas umum lainnya, satu pasar, 45 titik jalan, serta 16 jembatan yang turut terdampak.
Angka ini terus meningkat sejak hari pertama kejadian. Sebagai perbandingan, pada Minggu (16/8), baru tercatat 159 bangunan rusak berat, 49 rusak sedang, dan 38 rusak ringan yang meliputi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum lainnya.
Kerusakan Rumah Warga
Sebanyak 29.001 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, dengan rincian 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rumah rusak sedang, dan 10.760 rumah rusak ringan.
Infrastruktur Transportasi
Gempa turut merusak lima bandara, meski bukan pada bagian runway melainkan gedung terminal. Dua pelabuhan juga terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere. Foto udara memperlihatkan kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka.
Sejumlah ruas jalan juga sempat tertutup akibat longsor yang dipicu gempa, meski pemerintah terus melakukan perbaikan bertahap terhadap akses jalan yang terputus.
Kebutuhan Mendesak yang Masih Diperlukan
1. Air Bersih dan Fasilitas Sanitasi
Salah satu kebutuhan paling mendesak warga terdampak adalah air bersih hingga fasilitas toilet. Warga yang mengungsi di daerah perbukitan sekitar Mbay, Nagekeo, tidur beralaskan terpal di tenda-tenda darurat, dari anak-anak hingga orang dewasa.
2. Makanan dan Logistik Dasar
Makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, selimut, hingga perlengkapan tidur menjadi kebutuhan mendesak bagi para penyintas yang jumlahnya terus bertambah.
3. Layanan Kesehatan
Layanan medis menjadi salah satu dari empat kebutuhan prioritas yang mendesak untuk dipenuhi, bersamaan dengan evakuasi warga, pembersihan reruntuhan, dan bantuan logistik.
4. Dukungan Psikososial bagi Anak-Anak
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan dukungan psikososial melalui Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), mengingat banyak anak-anak yang terdampak trauma pascabencana. Sekolah yang ruang kelasnya rusak diminta menghentikan sementara pembelajaran di ruangan tersebut, dan kegiatan belajar dipindahkan ke ruang aman atau tenda belajar.
5. Akses Komunikasi
Konektivitas Starlink turut disiapkan bagi wilayah yang mengalami gangguan jaringan komunikasi akibat kerusakan infrastruktur.
Bantuan yang Sudah Disalurkan
Pemerintah melalui BNPB telah mengirimkan ratusan ton bantuan yang mencakup sembako, tenda, selimut, kasur lipat, hygiene kit, pakaian, penjernih air, genset, hingga perangkat komunikasi yang disalurkan melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma.
Sebanyak 20 tenda tambahan dikirim dari Malang menuju Ende untuk wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo menggunakan KM Dharma Rucitra 8 pada 21 Agustus, disertai penyaluran Family Kit dan School Kit.
Sejumlah lembaga dan perusahaan turut bergerak cepat membantu, salah satunya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang menyiapkan bantuan logistik berupa makanan, air minum, dan perlengkapan kebersihan bagi masyarakat terdampak, dengan fokus awal di Kabupaten Manggarai.
Titik Pengungsian Terbesar
Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka, dengan total 3.356 jiwa, tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan pengungsian mandiri sebanyak 2.000 jiwa di 10 titik. Sementara di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai 2.078 jiwa, dan di Nagekeo tercatat 500 jiwa.
Seruan Percepatan Penanganan
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendesak pemerintah segera mempercepat penanganan bencana dan memprioritaskan kelompok rentan, dengan menekankan bahwa kecepatan sangat dibutuhkan dalam operasi penyelamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban di pengungsian.
Cara Membantu
Bagi masyarakat yang ingin turut menyalurkan bantuan, sejumlah lembaga telah membuka jalur donasi resmi, di antaranya melalui BNPB, Dompet Dhuafa, dan Wujud Aksi Nyata. Wujud Aksi Nyata melalui para relawan telah berada di lokasi terdampak untuk merespons cepat kebutuhan masyarakat, dengan beberapa prioritas salah satunya bantuan logistik dan air bersih.
Proses asesmen kerusakan dan kebutuhan di lapangan masih terus berlangsung. Data fasilitas rusak dan kebutuhan bantuan berpotensi terus bertambah seiring proses evaluasi lanjutan oleh tim gabungan pemerintah dan lembaga kemanusiaan di wilayah terdampak.